SDT Ibnu Hajar Balikpapan Bantu Pemulihan Usaha Petani Garam Terdampak Tsunami Nagekeo, NTT
NAGEKEO, EtamPost.Id – Pemulihan mata pencaharian masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Upaya tersebut dilakukan SDT Ibnu Hajar Balikpapan bersama Rumah Zakat dengan menyalurkan bantuan peralatan produksi kepada kelompok petani garam di Kelurahan Mbay II, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan diserahkan kepada kelompok petani garam penerima manfaat pada Sabtu (26/9/2026). Peralatan yang diberikan terdiri atas satu unit mesin pompa air, dua unit selang, dan satu unit gerobak dorong.
Sarana tersebut diberikan untuk membantu enam petani garam yang terdampak gempa bumi dan tsunami pada 15 Agustus 2026. Bencana itu menyebabkan petak tambak mereka rusak dan belum dapat digunakan untuk kegiatan produksi.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo. Gempa tersebut memicu tsunami yang terdeteksi di sejumlah lokasi, termasuk Marapokot, Nagekeo.
Bantuan mesin pompa dan selang diharapkan mendukung kebutuhan pengairan tambak. Sementara itu, gerobak dorong dapat digunakan untuk membantu pengangkutan perlengkapan maupun hasil produksi garam.
Ketua kelompok petani garam, Khirman, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurut dia, kerusakan rumah dan lahan usaha membuat para petani kesulitan menentukan langkah untuk kembali memulai kegiatan produksi.
“Rumah kami rusak berat akibat gempa dan lahan pekerjaan kami juga rusak akibat tsunami. Kami bingung mau mulai lagi dari mana. Alhamdulillah, ada bantuan dari SDT Ibnu Hajar Balikpapan dan Rumah Zakat,” ujar Khirman.
Penyaluran peralatan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok petani memulai kembali aktivitas usaha secara bertahap. Bantuan juga diarahkan untuk memperlancar proses produksi, mulai dari pengairan petak tambak hingga pengangkutan hasil panen.
SDT Ibnu Hajar Balikpapan dan Rumah Zakat berharap seluruh peralatan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan serta kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Nagekeo setelah terdampak bencana.