Senin, 26 Oktober 2026
Logo
Home / Balikpapan / Srikandi PLN dan Rumah Zakat Bekali Perempuan Disa...
Balikpapan

Srikandi PLN dan Rumah Zakat Bekali Perempuan Disabilitas serta Ibu Tunggal Keterampilan Menjahit

Admin • Sunday, 25 October 2026 16:30 WIB
Srikandi PLN dan Rumah Zakat Bekali Perempuan Disabilitas serta Ibu Tunggal Keterampilan Menjahit
Srikandi Movement 2026 “Women Support Women” yang berlangsung pada 8–15 Oktober 2026.

BALIKPAPAN,EtamPost.Id – Penguatan keterampilan kerja menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang ekonomi bagi perempuan penyandang disabilitas dan ibu tunggal yang menjadi pencari nafkah utama keluarga. Upaya tersebut dilakukan Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim) bersama Rumah Zakat melalui pelatihan menjahit di Balikpapan.

 

Kegiatan bertajuk Srikandi Movement 2026 “Women Support Women” itu berlangsung pada 8–15 Oktober 2026. Pelatihan diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan bagi peserta.

 

Acara pembukaan dan penutupan dilaksanakan di Aula Kelurahan Telaga Sari. Sementara itu, rangkaian pelatihan menjahit berlangsung di rumah Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Cabang Balikpapan, Lili.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari proses pembuatan sejumlah produk, mulai dari topi, celana, tas, hingga pakaian. Pembelajaran diberikan sebagai bekal awal agar peserta dapat mengembangkan kemampuan menjahit sesuai kebutuhan pasar.

 

Srikandi PLN UIP Kalbagtim dan Rumah Zakat juga menyerahkan empat unit mesin jahit. Peralatan itu digunakan selama pelatihan dan selanjutnya menjadi aset komunitas untuk mendukung keberlanjutan kegiatan produksi setelah program berakhir.

 

Ketua Srikandi PLN UIP Kalbagtim, Yulina, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan peserta dalam meningkatkan kemandirian ekonomi.

 

“Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan perempuan penyandang disabilitas serta ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga agar mampu bertahan dan mengembangkan keterampilan baru yang berguna,” ujar Yulina.

 

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Ketahanan Keluarga Luluk Kumala Kafbiyah, Fungsional Pembina Industri Jane Grace, Lurah Telaga Sari Satya Nugraha, dan Branch Manager Rumah Zakat Balikpapan Pandu Fazri Harmawan.

 

Pelatihan kemudian ditutup pada 15 Oktober 2026. Kegiatan penutupan dihadiri Yulina, Sekretaris Kelurahan Telaga Sari Yulisman, Kepala Bidang Industri Kecil dan Menengah (IKM) Fenti Khastutie, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Lis Indrayanti.

 

Turut hadir Branch Manager Rumah Zakat Balikpapan Pandu Fazri Harmawan dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Adamin Siregar.

 

Adamin mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja. Keterampilan menjahit dinilai dapat membuka peluang bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha secara mandiri.

 

“Keterampilan yang diperoleh harus terus diasah dan dimanfaatkan. Kami dari Disnaker siap mendukung agar para peserta dapat naik kelas, baik lewat pelatihan lanjutan maupun pendampingan usaha,” kata Adamin.

 

Sementara itu, Pandu Fazri Harmawan mengatakan Rumah Zakat akan melanjutkan pendampingan kepada komunitas penerima manfaat. Pendampingan diperlukan agar mesin jahit yang diserahkan dapat digunakan secara produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan.

 

Ia juga berharap kolaborasi antara Rumah Zakat, PLN, dan pemerintah daerah dapat dilanjutkan melalui program pengembangan keterampilan maupun pendampingan usaha.

 

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi tahap awal bagi peserta dalam membangun kemandirian ekonomi. Keberlanjutan pendampingan dan pemanfaatan mesin jahit menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang mendukung kebutuhan keluarga.

Bagikan Berita ini: