Senin, 23 Februari 2026
Logo
Home / Olahraga / Eksodus Pelatih Elite: Chelsea, MU, dan Real Madri...
Olahraga

Eksodus Pelatih Elite: Chelsea, MU, dan Real Madrid Kompak Pecat Manajer di Awal 2026

Admin Friday, 16 January 2026 07:48 WIB
Eksodus Pelatih Elite: Chelsea, MU, dan Real Madrid Kompak Pecat Manajer di Awal 2026
Tiga klub besar Real Madrid, Chelsea, Manchester United mengganti pelatih awal tahun 2026

Etampost.id – Baru dua pekan memasuki tahun 2026, jagat sepak bola Eropa langsung diguncang gelombang pemecatan dan perpisahan pelatih di tiga klub raksasa Benua Biru. Chelsea, Manchester United, dan Real Madrid mengambil langkah drastis dalam kurun waktu hanya 12 hari pertama di bulan Januari, memicu fenomena yang oleh netizen dijuluki sebagai musim "koper pelatih".

 

Kronologi 12 Hari yang Mengguncang

 

Rangkaian keputusan besar ini dimulai tepat di hari pertama tahun baru. Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Enzo Maresca pada 1 Januari 2026. Meski belum ada pernyataan rinci mengenai penyebab utamanya, laporan internal mengindikasikan adanya ketidakharmonisan di ruang ganti serta performa tim yang dianggap tidak memenuhi target manajemen.

 

Hanya berselang empat hari, tepatnya pada 5 Januari 2026, giliran Manchester United yang mengambil tindakan tegas. Manajemen Setan Merah resmi mendepak Ruben Amorim setelah periode jabatan yang diwarnai gejolak performa. Saat ini, raksasa Premier League tersebut dikabarkan tengah menjajaki opsi pelatih interim untuk menyeimbangkan tim hingga akhir musim.

 

Kejutan terbesar datang dari Spanyol pada 12 Januari 2026. Xabi Alonso secara tak terduga meninggalkan kursi kepelatihan Real Madrid. Meski baru menjabat selama beberapa bulan, kesepakatan perpisahan ini mencerminkan tingginya eksploitasi hasil di Santiago Bernabeu. Pihak Los Blancos kini sedang menyiapkan suksesor sementara demi menjaga stabilitas kompetisi.

 

Analisis: Mengapa Krisis Ini Terjadi?

 

Pengamat sepak bola menilai rentetan pergantian pelatih ini bukanlah peristiwa biasa, melainkan cerminan dari tiga faktor krusial dalam industri sepak bola modern:

 

  1. 1. Intensitas Tekanan Instan: Di level klub elite, batas toleransi terhadap kegagalan semakin menipis. Masalah komunikasi internal dan ekspektasi suporter sering kali memaksa manajemen mengambil keputusan drastis meski musim baru berjalan separuh jalan.
  2.  

2. Efek Domino Bursa Manajer: Pergantian di satu klub besar kerap menciptakan reaksi berantai. Klub lain cenderung mempercepat evaluasi pelatih mereka agar tidak kehilangan momentum dalam memperebutkan pelatih incaran yang tersedia di pasar.

 

3. Tempo Keputusan yang Ekstrem: Terjadinya tiga pergantian di klub top-tier dalam waktu kurang dari dua pekan merupakan anomali sejarah yang menjadikan awal tahun 2026 sebagai salah satu periode paling fluktuatif bagi karier manajer di Eropa.

 

Hingga berita ini diturunkan, ketiga klub tersebut masih terus melakukan pembenahan internal, sementara publik menanti siapa sosok-sosok baru yang akan mampu bertahan di tengah tingginya tekanan "kursi panas" Eropa ini.

Bagikan Berita ini: